1. IDEA

Automotive Industry Outlook 2021

Industri otomotif global sangat terpukul dengan adanya pandemi COVID-19. Akibatnya baik dari segi penurunan daya beli konsumen dampak dari krisis ekonomi, perubahan perilaku konsumen hingga sulitnya transaksi ekspor-impor yang disebabkan oleh mandegnya rantai pasok global guna untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 antar negara. Maka dari itu, hal ini bisa menjadi titik terang bagi perusahaan otomotif untuk menyambut ekonomi pasca pandemi, dimana banyak perilaku konsumen yang akan berubah. Sehingga industri otomotif pun harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan baru konsumen pasca COVID-19

Kami di  Inventure melakukan analisis tiga faktor kunci yang akan memengaruhi industri asuransi di tahun 2021. Tiga faktor itu adalah faktor perubahan lingkungan makro (Changes), pergeseran perilaku konsumen (Customer), dan gerak pelaku industri (Competition). Dinamika ketiga faktor perubahan itu pada gilirannya akan memengaruhi carut-marut bisnis otomotif di tahun 2021.

Untuk menyederhanakan analisis, kami menggambarkannya dalam bentuk tiga lapis lingkaran seperti terlihat pada bagan. Lingkaran luar adalah elemen Changes. Lingkaran tengah adalah elemen Consumer. Dan lingkaran dalam adalah elemen Competition.

#1. Outer-Circle: Changes

Perubahan di tingkat makro meliputi perubahan ekonomi, politik, teknologi, regulasi dan kebijakan pemerintah, hingga perubahan sosial-budaya di masyarakat.

De-densification, De-urbanization

Pembatasan mobilitas dan akses masuk menuju perkotaan membuat banyak masyarakat kian enggan hidup di perkotaan. Alasannya karena perkotaan merupakan wilayah yang rawan akan penyebaran virus corona karena populasi yang terlalu padat. Akhirnya timbul tren de-densifikasi dan de-urbanisasi karena masyarakat lebih nyaman untuk tinggal di daerah sub-urban. Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi membuat proses bisnis dan pekerjaan bisa dilakukan melalui daring.

Economic Recession

Resesi ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19 saat ini merupakan pukulan krisis yang sangat keras bagi industri otomotif di Indonesia. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun, dan juga terganggu nya perdangangan internasional antar negara. Hal ini dibenarkan setelah adanya pernyataan resmi dari menteri keuangan Republik Indonesia, Bu Sri Mulyani akan kondisi resesi Indonesia di kuartal 3 tahun 2020.

Less-Mobile Society

Pemberlakukan pembatasan sosial yang ketat di berbagai wilayah membuat masyarakat kian enggan untuk melakukan mobilitas, hal ini mengubah kebiasaan masyarakat pasca pandemi yang lebih less-mobile. Faktor ini menyebabkan industri otomotif kian menurun karena kebutuhan akan kendaraan pribadi semakin menurun.

#2. Mid-Circle: Customer

Perubahan konsumen mencakup perubahan kebutuhan, preferensi, prioritas, hingga kebiasaan dan gaya hidup.

“Private Car Wins Again”

Kendaraan pribadi khususnya mobil akan menjadi pilihan paling aman bagi masyarakat di kala pandemi COVID-19, dikarenakan sifatnya yang personal dan sirkulasi udara bersih yang bisa dikontrol oleh pengemudi. Hal ini membuat mobil akan menjadi kendaraan paling diminati saat dan pasca pandemi.

Used Car Preference

Satu sisi kendaraan mobil akan menjadi primadona, namun daya beli konsumen saat krisis pandemi kian menurun. Akibatnya mobil bekas akan menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat pasca pandemi. Hal ini membuat pasar mobil bekas kian berkembang dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak mendukung masyarakat untuk membeli mobi baru yang relatif mahal.

Flexible, On-Demand Mobility on the Rise

Konsumen saat ini semakin menginginkan fleksibilitas di berbagai hal, hal ini disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang membuat ketidakpastian di semua aspek hidup manusia. Di industri otomotif misalnya, masyarakat membutuhkan pembiayaan kredit kendaraan yang lebih fleksibel, karena penurunan daya beli. kebutuhan akan ondemand mobility yang memfasilitasi konsumen untuk mendapatkan pilihan moda transportasi sesuai dengan kebutuhan juga merupakan layanan yang akan booming pasca pandemi COVID-19.

#3. Inner-Circle: Competition

Perubahan kompetisi memotret gerak para pemain di industri akibat pandemi yang pada gilirannya akan membentuk rule of the game baru dan mengubah peta persaingan.

Digitalized Customer Channel

Ke depannya pemain di industri otomotif harus mulai mengembangkan digital customer channel dalam rangka merespon contactless economy, dimana pelakumenggarap konsumen melalui kanal digital. Mulai dari melakukan promosimenggunakan digital marketing channel, sampai membangun selling channel dan ecommerce untuk menjual produk kendaraan mereka kepada konsumen.

Healthy & Hygiene Features

Pengembangan fitur kesehatan dan kebersihan pada kendaraan pribadi akan menjadi kebutuhan utama para pembeli. Contohnya saat ini sudah banyak pengembangan fitur AC mobil yang dilengkapi dengan air purifier dan layanan disinfektan mobil untuk para konsumen. Konsumen pasca pandemi akan sangat memperhatikan keselamatan diri mereka dari ancaman virus di masa depan.

Remote Selling Model

Industri otomotif pasca pandemi harus bisa mengembangkan model bisnis remote selling, dimana penjualan kendaraan sudah tidak bergantung pada penjualan fisik danpameran showroom. Perusahaan harus mulai mengembangkan e-commerce, virtual expo dan kanal penjualan digital lainnya, sehingga bisnis otomotif bisa beradaptasidengan keterbatasan proses bisnis konvensional yang bersifat high-touch.

Comments to: Automotive Industry Outlook 2021

Your email address will not be published. Required fields are marked *