Kita sudah familiar dengan fitur mobile & internet banking yang memudahkan nasahah dalam bertransaksi, namunCOVID-19 membuka gap baru lebih besar di duniaperbankan dimana perusahaan harus mampumenghadirkan layanan end-to-end solution mereka dalam

satu aplikasi & fitur yang berbasis digital. Maka inilah momentum yang tepat untuk perusahaan bank menyalip di tikungan dengan “digital banking”.

Data McKinsey (2020) mengenai adopsi digital channel menunjukkan sektor banking merupakan bisnis yangpaling tinggi persentase konsumen (51% reguler users, 21%

first-time users) menginginkan adopsi digital channel yaitu fitur digital banking. Digitalisasi di dunia bank juga memainkan peran menurunkan penyebaran COVID-19 dengan membantu nasabah mendapatkan layanan secara remote yang lebih baik di banding bank konvensional.

Bank BCA misalnya, saat ini sudah menutup 30% kantor cabangnya di Jabodetabek. Kantor cabang tidak lagi menjadi point of diferentiation bagi bank karena digerus oleh digital banking. Kantor cabang nantinya tak lagi untuk melayani mass consumer tapi beralih fungsi untuk memberikan high-value services ke high-worth consumers.

Comments to: Consumer Megashifts #28: Digital Banking Gets the Momentum

Your email address will not be published. Required fields are marked *