Di saat pandemi semua orang menjadikan telemedicine sebagai solusi untuk layanan dokter dan kesehatan,karena rumah sakit sangat rawan terhadap penyebaranvirus corona. Pandemi telah menjadi catalyst adopsiplatform telemedicine di kala semua orang stuck di rumah

namun masih butuh solusi dan bantuan medis.

Menurut data Bain & Co. (2019), lebih dari 50% konsumen akan menggunakan digital health service dalam waktu 5 tahun ke depan. Data yang lain dari SimiliarWeb Maret 2020 menunjukkan, dalam 1 bulan saja perusahaanperusahaan telemedicine di Indonesia dan Singapura mendapatkan lonjakan pengguna lebih dari 100% di banding seluruh tahun 2019. Tren ini ditangkap oleh jejaring rumah sakit seperti Siloam yang dengan sigap meluncurkan layanan digital baru, Siloam At Home.

COVID-19 telah memaksa konsumen mencoba dan bereksperimen menggunakan layanan telemedicine. Ketika mereka mendapatkan user experience yang baik (convenient, cost/time eficient, friendly customer service), maka telemedicine akan diterima luas dengan pasar yang

amat besar. Telemedicine akan menjadi cara baru berobat dan membeli obat.

Comments to: Consumer Megashifts #29: Pandemic: Catalyst For Telemedicine

Your email address will not be published. Required fields are marked *