fbpx

Di masa pandemi setiap brand menjadi EMPATHIC BRAND.

Ini bukan pilihan tapi sudah KENISCAYAAN.

Di tengah pandemi, konsumen sedang dalam KETAKUTAN, KESULITAN, bahkan KETERPURUKAN.

Tak sepantasnya brand menjalankan HARD SELLING.

Bukan pula SOFT SELLING dengan embel-embel “udang di balik batu” penuh dengan trik dan gimik.

Tapi AUTHENTIC SELLING, yaitu jualan yang dilandasi CINTA, PEDULI, dan SOLUSI bagi konsumen agar bisa bangkit dari keterpurukan.

Brand tak bisa TUTUP MATA dan “BERSENANG-SENANG” jualan, di atas penderitaan banyak orang karna pandemi.

Brand harus PEKA dan menjadi bagian SOLUSI bagi persoalan-persoalan pandemi.

Brand harus memberikan REAL CONTRIBUTION.

Brand must MAKE IMPACT.

Inilah 5 PRINSIP EMPATHIC BRANDING yang saya rumuskan untuk menjadi acuan bagi setiap marketer:

#1. EMPATHY will touch customer’s deepest heart. Win your customer with LOVE and COMPASSION.

#2. Brand is a CORPORATE CITIZEN, not just an ECONOMIC ANIMAL. Be RESPONSIBLE.

#3. USEFUL BRAND creates SOCIAL BENEFEIT, not just business one. Usefulness leads to REPUTATION.

#4. It’s time to GIVE. The more we GIVE, the more we GET.

#5. Be part of SOLUTION. It spread the AUTHENTIC ADVOCACY.

Di era pandemi…
BRANDING is about EMPATHY, RESPONSIBILITY, SOLUTION
.

Semoga badai pandemi cepat berlalu.

Follow @yuswohady

Comments to: EVERY BRAND MUST BE AN EMPATHIC BRAND

Your email address will not be published. Required fields are marked *