Minggu ini heboh kasus merek GoTo digugat senilai Rp1,83 triliun krn dinilai menggunakan nama merek yg sdh dimiliki pihak lain.

Ini adl kasus kesekian kali dmn dua perush saling berebut merek.

Kasus sblumnya terjadi pd: Geprek Bensu (2020), IKEA (2013), or Kopitiam (2010).

Apa pelajarannya bagi para brand-builders?

#1. BEDA PRODUK & BRAND
Sblumnya perlu dipahami bedanya PRODUK n BRAND.

Ingat! Produk (berikut nama n logonya) belum tentu brand. Produk akan mjd brand hanya jk sdh memiliki “CONNECTION” tertentu dgn konsumen.

“Connection” ini bs berupa: “dikenal” (istilahnya brand awareness), “diasosiasi” (brand association), “dipersepsi berkualitas” (perceived quality), “diloyali” (brand loyalty) or “dibela” oleh konsumen (brand advocacy”).

Krn itu kita sering dengar ungkapan: “Produk dibikin di PABRIK, smntara brand dibangun di HATI/BENAK konsumen.”

Atau klo pakai istilahnya Al Ries: “A product is something made in a FACTORY. A brand is something made in the MIND of customer”.

#2. CEPAT DIDAFTARKAN
Nah, umumnya entrepreneur paling hobi bikin produk (berikut nama n logonya).

Dan kmd membangun brand (BRAND-BUILDING) dgn brbgai cara: mempromosikannya, menjaga kualitasnya, memperbaiki servisnya, membuat konsumennya loyal, dsb.

Ketika produk Anda sdh memiliki “CONNECTION” tertentu dgn konsumen, maka ia akan memiliki POSISI yg UNIK n ISTIMEWA di hati konsumen. Dgn kata lain produk Anda sdh mjd brand.

Posisi unik n istimewa ini hrs dilindungi n “diamankan” agar tidak “diserobot” pihak lain. Caranya? Hrs didaftarkan ke regulator (kantor merek).

#3. DITELUSURI & DIPASTIKAN
Ketika Anda para brand-builder akan memilih nama n logo utk brand Anda maka hrs dipastikan nama n logo itu belum dipakai oleh pihak lain.

Kenapa?

Krn nama n logo tsb adl ASET TERPENTING yg akan membedakan brand Anda dgn brand lain.

Jgn sampai terjadi Anda sdh bertahun2 membangun “conection” dgn konsumen; dan brand Anda sdh memiliki posisi unik n istimewa di hati konsumen, tp tiba2 DISEROBOT or DIKLAIM oleh pihak lain.

Itulah kasus nahas yg menimpa GoTo, Geprek Bensu, or Kopitiam.

Comments to: KASUS GOTO APA PELAJARANNYA?

Your email address will not be published. Required fields are marked *