Kejadian ini terus sj berulang: warisan budaya asli kita diklaim oleh Malaysia. Kini dilakukan oleh Adidas. Walaupun kmd ia sdh mengoreksi n minta maaf.

Baru 3 mggu lalu, Miss World Malaysia mengklaim bhw batik berasal dr Malaysia.

Tak hanya itu, rentetan klaim Malaysia ini begitu panjang mulai dr: reog Ponorogo, angklung, tari Pendet, rendang, hingga lagu Rasa Sayange.

Apa urgensi yg perlu kita bangkitkan dgn adanya peristiwa ini?

#1. PERCEPTION IS KEY
Dlm marketing “perception is more important than reality”

Mmg realitasnya Batik or Wayang Kulit adl budaya asli Indonesia. Tapi klo kita tdk pernah mempromosikannya ke dunia internasional maka mrk tak akan tahu.

Sebaliknya, Malaysia tak punya warisan budaya tsb, tapi mengklaim n mempromosikannya ke masy internasional, maka tahunya warisan budaya itu asalnya dr Malaysia 😭

Ketika Jepang begitu gencar mempromosikan Kimono sbg pakaian asli Jepang n brand-nya sdh terbentuk, mk tak satupun negara yg bisa mengklaim.

So, promotion, marketing, n branding is key.

#2. BIG QUESTION: OUR SENSE OF OWNERSHIP
Ketika, Wayang Kulit diklaim oleh Malaysia, kita marah besar.

Tapi coba kita refleksi sedikit dgn menjawab pertanyaan berikut: Apakah kita sdh cukup merawat, melestarikan, n mengaktualisasikan wayang kulit?

Di negeri ini pertunjukan wayang kulit kian punah. Dulu waktu kecil setiap ada kitanan nanggapnya wayang kulit. Kini tradisi itu hilang 😭

Krn tak nguri-uri, mk jgn salahkan siapapun klo budaya adiluhung ini akhirnya menguap.

#3. SAVING OWNERSHIP LEGALLY
Ketika klaim ini terus berulang maka solusi pamungkasnya adl di ranah hukum. Kita hrs melindungi kepemilikan kita atas warisan budaya tsb secara legal-formal.

Kepemilikan warisan budaya adl bagian dr Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bangsa Indonesia atas warisan budaya dimaksud. 

Krn itu kita hrs mulai serius mengamankan kepemilikan itu baik di tingkat nasional melalui UU n di tingkat internasional, misalnya melalui lembaga multinasional sprti UNESCO.

Comments to: LAGI, LAGI, LAGI… KLAIM MALAYSIA

Your email address will not be published. Required fields are marked *