Salah satu consumer megashift dengan adanya pandemi adalah apa yang kami sebut “back to bottom of pyramid” yaitu prioritas kebutuhan konsumen kembali kepada kebutuhan dasar, di antaranya kesehatan dan keselamatan jiwa.

Ketika ancaman terhadap kesehatan dan nyawa terus mengintai di tengah pandemi, maka prioritas konsumen kini bergeser ke keselamatan jiwa. Tak heran jika kini asuransi terutama kesehatan dan jiwa menjadi semakin krusial. Insurance becomes a necessity.

Tingkat kesadaran berasuransi di Indonesia selama ini berlangsung lambat, dimana tercatat baru 6% dari seluruh warga Indonesia yang memanfaatkan asuransi. Sebabnya bisa ditebak, karena asuransi adalah kebutuhan masa depan, tidak mendesak. Di samping itu kebanyakan masyarakat kita menganggap asuransi sebagai biaya, bukan investasi masa depan.

Dengan risiko kesehatan dan kematian yang melonjak oleh adanya pandemi, maka kami memperkirakan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya asuransi akan meningkat pesat.

Mereka akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan yang non-esensial. Sebaliknya, mereka mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan-kebutuhan penunjang kesehatan dan keselamatan jiwa, termasuk salah satunya adalah asuransi.  Kesadaran ini akan didorong oleh agresifnya perusahaan asuransi yang  menawarkan produk-produk asuransi yang di-customized untuk kebutuhan proteksi dari ancaman COVID-19 seperti yang dikeluarkan Prudential. Apa yang kami sebut: “Coronasurance”.

COVID-19 will accelerate the insurance awareness in Indonesia.

Comments to: Megashift #2: Insurance Becomes Necessity

Your email address will not be published. Required fields are marked *