Ketika kota-kota di Jepang menjadi langganan bencana gempa, maka kemudian kota-kota tersebut dirancang dan direncanakan tahan gempa (earthquake-resilient).

Maka begitu kota-kota di seluruh dunia terkena bencana pandemi, maka kini pemkot di seluruh dunia mulai sadar pentingnya konsep kota yang tahan pandemi (pandemic-resilient city). Tak heran jika, mulai sekarang dan seterusnya kota bakal dirancang agar tahan terhadap bencana pandemi.

Photo by Tierra Mallorca on Unsplash

Orientasi perencanaan kota selama ratusan tahun terakhir diarahkan untuk mengakomodasi tumbuhnya industrialisasi. Pengembangan real estate mega proyek dianggap lebih utama ketimbang penciptaan ekosistem yang manusiawi dan monetisasi tanah dianggap lebih penting dari interaksi komunitas.

Dengan adanya pandemi dahsyat maka orientasi perencanaan kota yang industrial-focused dan market-based tersebut akan bergeser secara fundamental.

Ke depan, sistem dan infrastruktur kesehatan publik akan menjadi prioritas utama, sehingga begitu bencana pandemi datang, kejadian yang kita alami tiga bulan ini tak akan terulang lagi Salah satu kuncinya adalah daya dukung sistem dan infrastruktur kesehatan.

Tak hanya itu, sistem transportasi publik, logistik dan distribusi makanan, penataan gedung kantor dan perumahan, tata lingkungan,  fasilitas pendidikan dan sekolah, hingga pengembangan digitalisasi akan diarahkan untuk bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan datangnya wabah di masa-masa mendatang.

Comments to: Megashifts #11: Pandemic-Resilient Urban Planning

Your email address will not be published. Required fields are marked *