Ketakutan kepada virus rupanya mengubah secara drastis pola mobilitas dan pilihan moda transportasi masyarakat.

Euforia angkutan massal moderen seperti MRT, LRT, commuter line, dan bussway yang tahun-tahun terakhir happening di Jakarta agaknya mengalami titik balik saat kini pandemi datang. Ya, karena kerumunan di angkutan massal tidak diinginkan demi kepentingan social distancing.

Photo by Iwona Castiello d’Antonio on Unsplash

Maka mobil pribadi pun menemukan momentum pertumbuhannya kembali sebagai moda yang paling  aman dari terjangan COVID-19.

Survei di Cina oleh Ipsos akhir Februari 2020 lalu terhadap 1620 responden menunjukkan, mobil pribadi meloncat dari urutan ketiga ke urutan pertama sebagai moda transportasi yang diinginkan di masa new normal. Survei oleh Kantar di Cina juga mengindikasikan hal serupa.

Survei itu menemukan, 2/3 responden yang tidak memiliki mobil berkeinginan membeli mobil dalam 6 bulan ke depan. Alasannya, 3 dari 4 orang mengatakan, untuk 59 melindungi diri dari infeksi COVID-19. Bagaimana dengan di Indonesia? Di tengah angkutan umum yang kini sangat berisiko menularkan virus mobil pribadi akan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat untuk menangkal serangan COVID-19.

Mobil pribadi tak hanya menjadi pilihan menarik untuk ke kantor tapi juga untuk berlibur keluarga mengingat pesawat dan kereta pun dinilai berisiko besar menularkan virus.

Comments to: Megashifts #15: Private Car Wins (Again)

Your email address will not be published. Required fields are marked *