COVID-19 menjadikan langit kota-kota tersibuk di dunia semakin biru. Pandemi menjadikan pabrik-pabrik tak beroperasi dan kendaraan tak lagi hilir-mudik di jalan, maka polusi udara pun terpangkas drastis.

Kota tersibuk New York misalnya, dengan adanya pandemi lalu-lintas kendaran berkurang 35%, polusi karbon monoksida turun tajam 50%, dan polusi CO2 turun 10%, begitu juga polusi metana.

Di Cina, hanya dalam rentang waktu 2 minggu setelah lockdown pengguna energi dan emisi turun 25%, sehingga memangkas 1% total emisi karbon kumulatif di Cina.

Gambaran di atas menyadarkan warga kota di seluruh dunia mengenai pentingnya udara bersih. Mereka juga tersadar bahwa pengelolaan kota selama ini sudah keblinger. Tak heran jika pemerintah kota di seluruh dunia memanfaatkan momentum pandemi sebagai kesempatan untuk membenahi kota menjadi lebih sehat (bersih-higienis) dan lebih hijau bebas polusi.

Tempat cuci tangan umum bakal massif tersebar di berbagai pelosok kota. Ruang terbuka hijau kian meluas. Populasi mobil kian dibatasi, sementara jalur sepeda dan pedestrian kian mendapat ruang. Sementara itu pasar-pasar dan resto kian terbuka karena ruang terbuka lebih tak ramah virus.

Comments to: Megashifts #9: Healthy & Greener City

Your email address will not be published. Required fields are marked *