NATION BRAND mencerminkan citra n reputasi suatu negara di mata masy internasional yg memungkinkan negara tsb unggul dlm menarik TTI (Trader, Tourist, Investor). NATION BRAND terbentuk oleh PERSEPSI yg kmd mjd REALITAS di benak konsumen, yaitu masy international, terutama para traders, tourists, investors. PERSEPSI ini muncul krn brbgai faktor: kekayaan budaya, kondisi masy, kemampuan menarik investasi, pariwisata, ekspor, n kemampuan GOVERNANCE pemerintah (see: Anholt). Di era pandemi, DOMINANT FACTOR pembentukan nation brand adl faktor terakhir GOVERNANCE, yaitu MANAJEMEN & KEPEMIMPINAN negara dlm menanggulangi krisis pandemi. Kenapa kami sebut DOMINANT FACTOR? Krn citra buruk yg tercipta krn ketidakmampuan pemerintah dlm menanggulangi krisis pandeni bs MENEGASIKAN elemen2 nation brand yg lain. GOVERNANCE pemerintah dlm menangani pandemi mjd semacam “GATE” bagi masy dunia utk bs melihat elemen2 nation brand yg lain. Artinya, sehebat apapun kekayaan budaya, keramahtamahan masy, or keindahan destinasi wisata, semua itu pupus “ambyarrr” klo Indonesia sdh dipersepsi sbg “SARANG” COVID-19 akibat MIS-MANAGEMENT & MIS-LEADERSHIP pemerintah. “Nila setitik, rusak susu sebelanga”. Mengingat krusialnya GOVERNANCE dlm pembentukan NATION BRAND Indonesia di masa pandemi, mari seluruh anak bangsa, kita bantu pemerintah melenyapkan pandemi dr muka bumi Indonesia. Pemerintah tak bs sendiri, butuh dukungan kita semua. NATION BRAND Indonesia sdg tdk baik-baik sj. NATION BRAND Indonesia sdg di ujung tanduk.

Comments to: NATION BRAND INDONESIA DI UJUNG TANDUK

Your email address will not be published. Required fields are marked *