Overview

Pandemi COVID-19 menggerogoti perekonomian sampai akar-akarnya, termasuk bagaimana perusahaan berpikir ulang untuk menciptakan strategi agar survive di era new normal. Saat ini di sektor perbankan pun mulai terasa gejolaknya, perusahaan harus menciptakan strategi baru yang lebih efektif dan beradaptasi dengan kondisi saat ini. Berikut merupakan hasil kajian Inventure menggunakan business model canvas bagaimana menciptakan Consumer Banking Biz Model.

 

#Customer Segment

Sebagai sebuah perusahaan perbankan kita harus mengetahui arah perubahan perilaku konsumen dan tren pasar yang terjadi, agar bisa memahami kebutuhan nasabah dan men- define segmen konsumen yang punya peluang besar di era new normal. Kajian kami mengenai 15 Banking Consumer Megashift menjadi acuan yang komprehensif untuk melihat arah industri perbankan saat ini.

 

#Value Proposition

Di era new normal saat ini tentu perusahaan juga harus menawarkan value baru kepada konsumen nya, karena semua kebutuhan & prioritas konsumen akan berubah drastis dibanding sebelum adanya pandemi.

 

#Customer Relationship

Lalu bagaimana dengan pendekatan konsumen yang paling efektif di saat new normal ini? Kita sadari masyarakat saat ini memiliki rasa ketakutan yang berlebihan akan berbagai hal yang terjadi di dunia. Perusahaan harusnya bisa melihat ini sebagai peluang strategi, ketika kita bisa hadir sebagai trusted advisory kepada setiap nasabah.

 

Bukan hanya menawarkan produk perbankan, namun kita juga sebagai penampung keluh kesah & ketakutan mereka yang dipercaya. Disaat bersamaan baru kita bisa mengkomunikasikan layanan yang dimiliki sesuai dengan masalah & kebutuhan nasabah tersebut.

 

#Channel

Pandemi COVID-19 saat ini menjadi percepatan digitalisasi di sektor bisnis Indonesia, namun bukan berarti saluran konvensional di tinggalkan begitu saja. Omnichannel integration merupakan startegi yang mengintegrasikan proses & transaksi bisnis secara online & offline sehingga perusahaan bisa menjangkau konsumen lebih efisien.

 

#Key Activities

Perusahaan sangat penting untuk mengetahui aktivitas utama yang harus dilakukan disaat krisis pandemi COVID-19 ini, salah satunya ialah bagaimana melakukan super prudent risk-mitigation kepada para nasabah nya. Kita tahu betul disaat krisis ini banyak nasabah perorangan maupun perusahaan membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhan pribadi dan keberlangsungan bisnis mereka.

 

Namun disatu sisi perbankan harus mengkalkulasi secara tepat mana kelompok nasabah yang prudent dan memiliki risiko gagal bayar kecil, sehingga dana pinjaman tepat sasaran dan berdampak positif bagi NAV bank.

 

#Key Resources

Disamping itu perbankan harus memfasilitasi bisnis mereka dengan sumber-daya yang capable untuk menjalankan strategi digitalisasi dan automasi data analytics yang mereka miliki. Mulai dari aset digital seperti: website, social media milik perusahaan sampai aplikasi perusahaan yang menunjang transaksi para nasabah harus diperhatikan secara seksama.

 

#Key Partner

Hal menarik lainnya adalah bagaimana perusahaan perbankan bisa melakukan kolaborasi dengan ekosistem yang ada, untuk menciptakan sebuah value bagi nasabah nya. Kami menyebutnya strategi “Phygital Ecosystem Collaborations” dimana perusahaan melakukan kolaborasi dengan ekosistem fisikal dan digital untuk menciptakan integrasi layanan kepada nasabah nya.

 

#Cost Structure

Strategi perusahaan disaat pandemi ini cenderung melakukan pengurangan biaya, namun terkadang hal ini hanya berdampak secara jangka pendek saja. karena tidak ada penambahan value bagi perusahaan ketika mereka melakukan penghematan.

 

Yang seharusnya dilakukan perusahaan ialah cost effectiveness dengan memanfaatkan digitalisasi, sehingga pengefektifitasan biaya bisa menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.

 

#Revenue Stream

Pada akhirnya tujuan perusahaan hanya satu yaitu menciptakan pendapatan bisnis, lalu bagaimana strategi revenue stream yang tepat di saat krisis pandemi saat ini?

 

Perusahaan harus fokus pada best-lifetime value customer, dimana loyalitas konsumen sangat di jaga di saat krisis ini. Jangan sampai nasabah kabur dari produk & layanan kita, sebagai perusahaan tentu kita harus menganalisa mana kelompok nasabah yang loyal kepada bisnis kita.

 

Secara sederhana lifetime value customer bisa dinilai dari, seberapa besar jumlah intensitas dan besaran transaksi mereka pada bisnis kita. Sehingga kita sebagai perusahaan bisa memberikan penghargaan lebih kepada beberapa segmen nasabah loyal kita agar keberlangsungan lifetime value customer mereka tetap berada pada bisnis kita.

PARTICIPANT

Webinar ini cocok untuk Anda yang berada di berbagai Industri berikut:

BENEFIT

Dengan mengikuti webinar ini Anda akan mendapatkan materi sebagai berikut:

DURATION

SYLLABUS

– TV Viewership Is Back In The Game

– Millenials Are Back To TV

– Radio As The Trustworthy Source

– Watching TV Is Now Becoming A Sacred “Family Ritual”

– Content Preference Is Shifting

– From Online Ads To TV Ads

– The Future of TV Ads: Fast, Cheap, & Minimalist

– From Space To Screen: What Will OOH Look Like After COVID-19?

– WOM Matters In The Low-Trust Society

– “New Hijacking” Is The New Era of Instant Media

– Clickbait: The Dark Side Of “Journalism”

– WA Group: Epicentrum Of Hoax

– “Organic Search” Validation Becoming User Necessity

– Digital Pandemic Feature Everyone Is An Advocator

– The Boom of IG Live

– Live Now Buy Now

– Zoom-inar: The New Below The Line

– Newsletter 101 Not For Promotion

– Podcast Is The New “Theater Of Mind”

– From “Youtube > TV” To “Youtube = TV”

– Marcomm Paradigm

– Omni-Safari Marcomm Model

– Omni-Safari Journey-Story-Activity

– The Journey Map

– The Story

– The Activity

FEE

Paket A

IDR 25jt
  • 100 Participants

Paket B

IDR 30jt
  • 100-300 Participants
Best Choice

Paket C

IDR 35jt
  • >300 Participants

fOR CUSTOMIzations?