THE NEW NORMAL 100 ENTERTAINMENT

by inventure knowledge
26 views

NEW NORMAL sudah didepan mata. Kita sudah “keluar dari gua” dan menjalani hidup yang berbeda sama sekali dengan yang kita jalani sebelum pandemi mewabah.

Berikut ini adalah 100 prediksi kami tentang situasi di kenormalan baru dimana akan muncul perilaku baru, kebiasaan baru, gaya hidup baru, budaya baru atau pola pikir baru. Welcome to whole new life: Life after COVID-19

Untuk kali ini kami membahas secara khusus prediksi mengenai Entertainment

#86 Streaming Service is The Big Winner

Di tengah kebosanan karena stay @ home, layanan entertainment streaming berbayar seperti Netflix, Amazon prime, Spotify, hingga Iflix menjadi solusi. Di Indonesia selama bulan Maret 2020, watchtime youtube mengalami peningkatan 1.5%. Livestream dan virtual concert menjadi mainstream baru di dunia hiburan.

Alhasil perilaku baru di era new normal nanti akan mendongkrak home entertainment dan streaming services. Konsumen lebih memilih menonton film di rumah daripada ke bioskop atau berlangganan musik streaming dibanding nonton konser. Model bisnis subscription akan menjadi “the new big thing”

 

#87 Social Distance Cinema; The Comeback of The Drive-In Theatre

Seiring pelonggaran PSBB nanti, menghadapi era new normal, bioskop harus menyiapkan protokol kesehatan di bioskop dengan menerapkan pembatasan jarak antar penonton. Sehingga kapasitas kursi di bioskop akan dikurangi.

Sementara itu, drive-in theater yang pernah booming beberapa dekade lalu bisa jadi solusi alternatif sementara untuk menyelamatkan industri film. Bioskop drive-in merupakan cara menonton bioskop dari dalam mobil masing-masing dengan menyambungkan suara film yang ditonton ke dalam mobil masing-masing.

Sekarang, pandemi virus Corona kembali membawa tren bioskop drive-in untuk menjawab masalah dari industri film. Indonesia sendiri mulai merencanakan untuk membuat bioskop drive-in yang akan diselenggarakan oleh Ergo and Co. Meskipun belum terealisasi hingga sekarang, namun bioskop drive-in sudah dilakukan oleh Meikarta, walaupun masih terkendala perizinan hak siar dari produser film.

 

#90 Virtual Concert

Industri pertunjukan, khususnya konser musik merupakan industri yang paling keras dihantam oleh wabah COVID-19. Pada masa pandemi ini, sementara tidak ada lagi konser musik masal di stadion atau concert hall dengan ribuan pengunjung. Banyak konser harus dibatalkan akibat pemberlakuan PSBB dan para penyelenggara mengalami kerugian.

Perubahan perilaku ini terjadi karena masyarakat akan melakukan self distancing dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang melibatkan kerumunan massa. Pasca wabah COVID-19, digital experience dalam bentuk virtual concert bakal menjadi kenormalan baru di industri musik. Masyarakat lebih memilih menonton konser secara virtual ketimbang fisik karena alasan keamanan.

Dengan pengalaman yang berbeda, setelah wabah usai virtual concert akan menjadi kenormalan baru di industri entertainment.

 

#91 Reborn of Console Gaming. The Rise of E-Sport

Minat console gaming meningkat drastis di Indonesia selama masa pandemi. Penerapan PSBB atau social distancing membuat masyarakat Indonesia mengalami kebosanan dan salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan terjun ke dunia gaming.

Hal ini akhirnya membuat pencarian console gaming di Indonesia meningkat drastis. Selain itu, esport juga memetik keuntungan tersendiri di tengah masa pandemi Corona. Esport kini menjadi pilihan utama setelah banyak yang tidak bisa melihat pertandingan olahraga seperti sepak bola dari televisi atau langsung ke stadion. Ditambah lagi sejumlah atlet terbaik dari sepak bola, basket, hingga pembalap profesioal bermain esport sebagai hiburan.

Sejumlah platform untuk menyaksikan esport seperti Facebook Gaming, Youtube, dan Twitch juga mengalami lonjakan penonton online. Karena hal itu sejumlah televisi juga mulai melirik untuk menayangkan esport. Sejauh ini baru ESPN dan Fox Sports yang mulai menyiarkan esport dalam tayangan mereka.

 

#92 Return of TV Viewership

Dalam buku Milenial Kills Everything (2019) kami mengatakan bahwa milenial telah membunuh televisi. Tapi, COVID-19 telah menghidupkannya kembali, khusunya smart TV. TV Strikes back!!! Adanya pembatasan sosial mengakibatkan aktivitas stay @ home meningkat. Dampaknya, terdapat pergeseran konsumsi media, dimana salah satu yang paling dominan adalah televisi.

TV sendiri memiliki keunggulan dasar yang tak mungkin dimiliki smartphone yaitu layar besar yang lebih ramah dilihat. Karena itu memasuki era “the death of mobility” akibat social distancing, TV menemukan momentumnya kembali. Adanya pelonjakan penonton televisi akan terus berlanjut pasca COVID-19 berakhir. Mengingat stay @ home telah menjadi kenormalan baru.

 

Ingin tahu tren new normal lainnya?

Join The Webinar

 

More

Leave a Comment