THE NEW NORMAL 100 LEARNING & SCHOOLING

by inventure knowledge
87 views

NEW NORMAL sudah didepan mata. Kita sudah “keluar dari gua” dan menjalani hidup yang berbeda sama sekali dengan yang kita jalani sebelum pandemi mewabah.

Berikut ini adalah 100 prediksi kami tentang situasi di kenormalan baru dimana akan muncul perilaku baru, kebiasaan baru, gaya hidup baru, budaya baru atau pola pikir baru. Welcome to whole new life: Life after COVID-19.

Untuk kali ini kami membahas secara khusus prediksi mengenai Learning & Schooling.

#60 The New Shool

Krisis COVID-19 akan mendorong perilaku baru di lingkungan sekolah. pemerintah akan menetapkan kebijakan baru yang wajib diterapkan di lingkungan sekolah. Utamanya untuk mendukung protokol kesehatan sesuai standar WHO. Misalnya saja sebelum krisis COVID-19, jumlah rata-rata siswa di sekolah negeri dalam satu kelas sekitar 40-50 siswa dengan ruangan berukuran kurang lebih 72 m2. Jika setiap siswa harus menjaga jarak 1,5 meter tentu ruang kelas tidak akan sanggup menampung.

Sebagai solusi alternatif, siswa pergi ke sekolah secara shifting. Serta di era new normal, siswa dan guru harus beradaptasi dengan beberapa kebiasaan baru. Seperti misalnya distance learning, belajar di ruang terbuka, tidak ada makan siang di kantin dan masker menjadi “seragam wajib” selama berada di lingkungan sekolah.

#62 Parent-Based Learning

Melepaskan anak kembali ke sekolah di situasi pandemi pasti menjadi hal yang berat bagi orang tua. Sebab sekolah merupakan ruang publik yang rentan terjadi transmisi virus. Alasan ini menjadi faktor utama orangtua belum rela anak mereka kembali ke sekolah. Khususnya bagi orangtua yang memiliki anak usia early education (TK, SD). Pasalnya anak-anak di usia tersebut, belum bisa tertib memakai masker yang benar dan rajin mengikuti protokol kesehatan.

Kondisi ini mendorong orangtua mengambil porsi lebih besar dalam mendampingi anak belajar menggantikan peran guru di sekolah. Parent-based learning bakal menjadi new normal.

#63 From Teacher to Peers

Tantangan belajar secara online tidak hanya dialami oleh tenaga pengajar saja namun juga bagi para siswa. Tantangan terberatnya adalah menumbuhkan motivasi belajar. Sebab, saat belajar online siswa merasa kesepian. Berbeda saat kondisi normal, siswa bisa bebas berinteraksi dengan teman maupun guru.

Secara psikologis belajar dalam situasi kolektif dapat menumbuhkan motivasi dibandingkan belajar mandiri. Hal ini dikarenakan belajar menjadi beban yang ditanggung sendiri. Sama seperti working from home, school from home juga akan menjadi tren ke depan selama belum ada kepastian kapan vaksin ditemukan. Turunnnya motivasi siswa akan berdampak serius apabila pihak sekolah tidak cepat merespon.

Oleh karena itu Inovasi kurikulum berbasis peers support akan sangat dibutuhkan siswa untuk membangun motivasi selama belajar dari rumah. Proses belajar-mengajar bakal bergeser dari teacher-driven ke peers-driven.

#66 Digital Skill Is A Must

 

Di masa pandemi ini, digital adalah kekuatan utama untuk bertahan. WFH membuat karyawan bekerja secara online, SFH membuat siswa dan guru semakin adaptif dengan teknologi, stay at home lifestyle memaksa bisnis bertransformasi ke online. Tidak dapat dipungkiri, COVID-19 menjadi akselerator digital.

Prediksi jenis pekerjaan yang akan populer di masa post- COVID akan sangat bergantung pada teknologi. Maka dari itu, digital skill menjadi topik yang wajib diajarkan mulai level pendidikan dasar. Hal ini dilatarbelakangi urgensi dari dunia kerja yang mencari talent dengan keahlian digital terutama setelah COVID-19 mereda.


Ingin tahu pembahasannya? Join The Webinar

Create your own user feedback survey

More

Leave a Comment