THE NEW NORMAL 100 SOCIAL & RELIGIOUS LIFE

by inventure knowledge
12 views

NEW NORMAL sudah didepan mata. Kita sudah “keluar dari gua” dan menjalani hidup yang berbeda sama sekali dengan yang kita jalani sebelum pandemi mewabah.

Berikut ini adalah 100 prediksi kami tentang situasi di kenormalan baru dimana akan muncul perilaku baru, kebiasaan baru, gaya hidup baru, budaya baru atau pola pikir baru. Welcome to whole new life: Life after COVID-19

Untuk kali ini kami membahas secara khusus prediksi mengenai Social & Religious Life

#21 The Birth of Empathic Society

Krisis COVID-19 merupakan bencan kemanusiaan yang paling dahsyat abad ini dengan korban nyawa manusia yang begitu besar. Umat manusia diseluruh dunia terketuk hatinya menyaksikan ratusan ribu korban meninggal di seluruh dunia. Begitu banyak orang yang cemas, takut, dan mengalami kesulitan hidup.

Hikmahnya, COVID-19 telah menciptakan solidaritas dan kesetiakawanan sosial. COVID-19 melahirkan rasa senasib dan sepenanggungan yang melahirkan tujuan bersama (common good) untuk melawannya. Tak heran jika rasa empati dan kepedulian berbagai pihak terhadap nasib sesama tumbuh luas di Tanah Air dan di seluruh dunia.

Berbagai gerakan kepedulian dan aksi solidaritas dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat secara genuine untuk mengurangi penderitaan orang-orang yang terdampak. Sekali lagi, COVID-19 telah menciptakan masyarakat baru yang empatik, penuh cinta, dan welas asih terhadap sesamanya. Sesuatu yang langka ketika wabah belum mendera

#22 Constantly-Fear Citizen

Di tengah krisis dan ketidakpastian, orang mengalami kekacauan mental healthiness dan well-being sehingga menjalani sehari-hari dalam ketakutan. Takut akan krisis ekonomi, takut kehilangan pekerjaan, takut usaha bangkrut, takut tak mampu bayar hutang bank, takut diri dan keluarga terpapar virus dan puncaknya takut terenggut nyawa.

Dampaknya, orang akan meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga jarak dan mencurigai setiap orang sebagai sumber penularan virus. Krisis COVID-19 bisa menjadi awal dari social distrust dimana manusia cenderung konformis dan kurang bisa menghargai perbedaan.

Sementara itu, dengan kondisi perekonomian yang penuh ketidakpastian dan risiko, dalam hal konsumsi orang akan lebih berhati-hati dalam spending dan melakukan penghematan.

#23 Low-Trust Society

Krisis COVID-19 juga turut membuat kecurigaan antar warga meningkat di masyarakat. Beberapa kasus penolakan jenazah positif COVID-19 atau pengusiran tenaga kesehatan karena takut tertular menciptakan kondisi yang kami sebut low-trust society.

Selama vaksin penangkal COVID-19 belum ditemukan dan diproduksi secara massal untuk didistribusikan ke seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia, maka kami meyakini kecurigaan dan ketakutan akan tertular COVID-19 ini akan tetap berlangsung. Akibatnya bisa ditebak, social distrust di antara anggota masyarakat akan semakin tinggi.


Ingin tahu pembahasannya?

Join The Webinar

More

Leave a Comment