fbpx

Akhir tahun 2017 saya menulis blog posting yang kemudan viral berjudul: “Welcome Leisure Economy”.

Tesisnya sederhana, bahwa perilaku konsumsi masyarakat bergeser (megashift) dari konsumsi BARANG ke konsumsi EXPERIENCE & LEISURE.

Pasalnya, konsumen KELAS MENENGAH kian mendominasi demografi Indonesia dan konsumsi mereka NAIK KELAS…

Dari NEEDS ke WANTS; dari ESENSIAL ke NON-ESENSIAL seprti berlibur, nongkrong di Starbucks, or ngupi2 cantik di mal. 

Intinya, dari BASIC NEEDS ke ESTEEM & self-ACTUALIZATION.

Namun Covid-19 membalik itu semua.

Sejak 2 Maret 2020, kita dipaksa tinggal di rumah dan kebutuhan kita menjadi sedikit dan simple. Saya menyebut fenomena ini: “BACK to the BOTTOM of the PYRAMID.” Piramida yg sy maksud adalah piramida Maslow.

Jadi kebutuhan konsumen bergeser dari PUNCAK piramida yaitu ESTEEM & self-ACTUALIZATION ke DASAR piramida yaitu makan-minum dan keselamatan jiwa.

Pertanyaanya?

Seiring kasus Covid-19 yang menurun terwujudnya herd immunity n endemi, apakah kebutuhan konsumen akan “rebound” dari DASAR kembali ke PUNCAK piramida?

Bagi konsumen kelas menengah Indonesia, LEISURE, ESTEM, & self-ACTUALIZATION sudah mjd KEBUTUHAN POKOK. Karna itu, semakin dikekang oleh pandemi, justru semakin menjadi-jadi, bahkan sewaktu2 akan MELEDAK.

Itulah sebabnya kenapa kini muncul fenomena
“REVENGE TRAVEL” masyarakat membanjiri tempat2 wisata. Mal kembali ramai oleh emak2 yang window shopping. Starbucks kembali ramai oleh anak2 milenial nongkrong.

Sehebat apapun dampak pandemi, ia tak akan mampu menghentikan kebutuhan leisure kita. Dan kinilah saatnya momentum LEDAKAN leisure itu akan terjadi.

Kita akan menyongsong…
THE RETURN OF
LEISURE ECONOMY

Follow @yuswohady

Comments to: THE RETURN OF LEISURE ECONOMY

Your email address will not be published. Required fields are marked *